LMND : Wujudkan Reformasi Agraria dan Hentikan Ekspansi Perkebunan Sawit di Sulteng

- Kamis, 26 Januari 2023 | 07:11 WIB
LMND mendesak wujudkan reformasi agraria dan hentikan ekspansi perkebunan sawit di Sulawesi Tengah  (Foto : Istimewa )
LMND mendesak wujudkan reformasi agraria dan hentikan ekspansi perkebunan sawit di Sulawesi Tengah (Foto : Istimewa )

iNNewsPedia, Jakarta – Desakan terhadap Pemerintah untuk melakukan reformasi agraria dan menghentikan Ekspansi perkebunan sawit di Sulawesi Tengah

Desakan itu datang dari lembaga Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND)

Banyaknya ketimpangan yang terjadi di masyarakat terkait persoalan agraria di kawasan perkebunan sawit menjadi alasan dilakukannya desakan ini.

Baca Juga: Biaya Haji 2023 di Arab Saudi Turun, Indonesia Malah Diusulkan Naik, Ini Alasan Kemenag

Sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut, kepemilikian atas tanah dan kesejahtraan masyarakat di pedesaan, mereformasi struktur kepemilikan lahan ialah sebuah keharusan.

Reformasi agraria dalam kajian ekonomi politik tidaklah tunggal, Secara etimologis reforma agraria berasal dari bahasa Spanyol, yang memiliki arti suatu upaya perubahan atau perombakan sosial yang dilakukan secara sadar, guna mentransformasikan struktur agraria ke arah sistem agraria yang lebih sehat dan merata bagi pengembangan pertanian dan kesejahteraan masyarakat desa.

Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis, ketimpangan kepemilikan lahan pada 2013 mencapai 0,68. Artinya hanya 1 persen rakyat Indonesia menguasai 68 persen sumber daya tanah. Ketimpangan agraria itu, yang menyebabkan semakin banyak petani tak bertanah dan petani gurem, menjadi salah satu penyebab kemiskinan di desa.

Baca Juga: Ungkap Sabu 1,2 Ton , Kapolri Berikan Penghargaan Tim Dewa Ruci 2021

Hal tersebut dikemukakan Agung Trianto, Koordinator Kolektif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (KN-LMND) melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu, 25/01.

"Sebagai kader LMND dan berasal dari provinsi Sulawesi tengah, saya miris sekali kalau sudah bicara ketimpangan atas tanah di provinsi Sulawesi tengah. Kita masyarakat Sulawesi tengah hanya jadi penonton dan babu di perusahaan perkebunan maupun pertambangan, padahal ini ialah kekayaan sumber daya alam, yang di wariskan leluhur kami" terang Agung.

Halaman:

Editor: Asriyadi Yakub

Tags

Terkini

Jalan Tol Akses Patimban Ditargetkan Rampung 2024

Minggu, 29 Januari 2023 | 10:41 WIB
X